Dear God,

caution:
Tidak terdapat tendesius apapun yang tertuang dalam tulisan di bawah ini.

Dear God,
sama seperti ketika aq sering menulis "Dear Diary"di jaman-jaman awal aq menyandang titel resmi ABG (saat ini masi menulis diary tapi tidak dengan awalan itu).
Andai aq bisa menulis surat pada Tuhanku. Bisa, mungkin bisa. Tapi aq ingin Tuhan membalas suratq.
Andai terdapat po.box yang dapat kutuju, aq pasti akan sering menuliskan doaku dan mengirimkannya ke po.box itu.
Bukannya knapa, sering disaat aq berdoa, aq kehilangan kata-kata indah yang ada di pikiranku untuk memohon petunjuk-Nya. alhasil, ritual berdoa hanya berlangsung secepat kilat dan tanpa makna.
Dear God,
aq ingin seperti ada line-telepon atau sms, kepada malaikat mungkin,untuk membantuku menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam hidupku.
Mungkin disinilah letak kedangkalan imanku, dan betapa manusianya aq (tidak sabar).Aq tidak lelah berdoa, unless aq mendapat jawaban. Bukan karen aq saat ini lelah berdoa, namun terkadang ada beberapa hal yang membutuhkan keputusan cepat, dan aq belum memiliki petunjuk.
Dalam agamaku, menghubungi Tuhan bisa dengan menggunakan media sholat, dan berdoa setelah sholat. Aq melakukannya (walau tidak serutin ibuku), namun terkadang monolog dalam otakku terlihat menyedihkan, karena aq menangis, dan aq tidak mendapatkan jawaban (namun ketenangan hati).
aq cuma ingin menulis pada Tuhan, dan menerima jawabannya..karena aq lebih baik dalam menulis daripada berbicara. :(

Comments

Popular Posts